Bookmark and Share

5.30.2010

Olahraga Juga Ada Aturannya!





RUTIN berolahraga tak hanya membuat tubuh senantiasa fit. Olahraga juga bisa memberikan bonus bagi kulit. Rajin berolahraga dapat membuat kulit lebih kencang dan tampak segar.

Olahraga kardio membantu kulit menyimpan nutrisi lebih baik lalu mengedarkannya melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Tak ada yang menyangkal manfaat olahraga bagi kesehatan. Sayang, walau sudah tahu manfaatnya, banyak orang masih sulit berolahraga secara rutin. Kesibukan bekerja biasanya jadi alasan utama.

Diabetes Mellitus (DM), yang dikenal sebagai penyakit gula atau kencing manis terjadi akibat peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin yang tidak berfungsi baik. Di Indonesia sendiri, jumlah penderita diabetesnya menduduki urutan keempat terbanyak di dunia. India berada di urutan pertama, disusul oleh China, dan Amerika Serikat.

Bukan rahasia lagi jika penderita diabetes mellitus kini sudah banyak menyerang kawula muda. Hal ini tak lepas dari asupan makan yang tak terkontrol, dan kurangnya aktivitas fisik. Nah, sebagai pencegahan diabetes, gaya hidup sehat sangat penting dilakoni, di antaranya pengaturan pola makan (diet) dan olahraga.

Untuk olahraga, seperti jogging, berenang, bersepeda, dan senam bisa menjadi pilihan. Namun yang harus diingat, tubuh juga perlu istirahat, dan tidak boleh terus dibebani kerja berat. Lantas berapa lama sebaiknya olahraga dilakukan dalam sepekan?

“Kita tidak boleh capek setelah olahraga, tidak boleh lebih dari 45 menit. Lakukan setiap hari kecuali hari minggu,” papar Susana STP MSc PDEng, Head of Division Nutrifood Research Center dalam acara “Nutrisi Seimbang untuk Cegah dan Atasi Diabetes” di Kembang Goela Restoran, Jakarta, belum lama ini.

Mengapa harus melakukan jenis olahraga kardio? “Pembakaran lemak lebih tinggi dengan olahraga yang sifatnya kardio. Fokus pada latihan kardio, lima sampai enam hari dalam seminggu. Bisa diselingi dengan latihan pembentukan otot,” jelas Susana.

Selasa, 25 Mei 2010 - 16:14 wib
Adhini Amaliafitri - Okezone

Selanjutnya...... >

Inilah Penyebab Hipotiroidisme & Hipotirodisme




HIPOTIROIDISME adalah suatu keadaan di mana kelenjar tiroid kurang aktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid. Hipotiroid yang sangat berat disebut miksedema.Penyebab yang paling sering ditemukan adalah tiroiditis

Hashimoto. Pada tiroiditis Hashimoto, kelenjar tiroid seringkali membesar dan hipotiroidisme terjadi beberapa bulan kemudian akibat rusaknya daerah kelenjar yang masih berfungsi. Penyebab kedua tersering adalah pengobatan terhadap hipertiroidisme.

Baik yodium radioaktif maupun pembedahan cenderung menyebabkan hipotiroidisme. Kekurangan yodium jangka panjang dalam makanan, menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme goitrosa). Kekurangan yodium jangka panjang merupakan penyebab tersering dari hipotiroidisme di negara terbelakang.

Inilah beberapa penyebab Hipotirodisme:

1. Penyakit autoimun. Pada kondisi ini, tubuh menyerang kelenjar tiroid karena menganggapnya sebagai sel asing sehingga pada akhirnya selsel dalam kelenjar tiroid mati dan tidak dapat menghasilkan hormon tiroid. Penyebabnya belum diketahui, tetapi sering diturunkan dalam keluarga dan berkaitan dengan penyakit autoimun lainnya seperti diabetes tipe 1, lupus atau sindrom sjogren.

2. Kehilangan jaringan tiroid. Biasanya terjadi secara sekunder akibat penyinaran (radiasi) atau operasi kelenjar tiroid yang dilakukan sebagai pengobatan hipertiroidisme.

3. Kelainan kogenital yaitu bayi yang lahir tanpa kelenjar tiroid atau kelenjar tiroidnya tidak berfungsi normal. Konsumsi obat-obatan, contohnya lithium yang sering digunakan untuk terapi gangguan mood.

Sementara hipertiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan, sehingga menghasilkan sejumlah besar hormon tiroid.

Hipertiroidisme bisa ditemukan dalam bentuk penyakit Graves, gondok noduler toksik atau hipertiroidisme sekunder.

Adapun penyebab Hipertiroidisme:

* Penyakit grave, yang merupakan penyakit autoimun. Tubuh menyerang sel-sel kelenjar tiroid tetapi bukannya mematikan sel, yang terjadi adalah muncul antibodi yang justru merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon secara berlebihan. Salah satu ciri khasnya adalah bola mata yang menonjol keluar.

* Adenoma (tumor kelenjar) tiroid toksik, yang terjadi apabila sebagian kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid sendiri tanpa distimulasi oleh thyroid stimulating hormone(TSH). Hal ini biasanya dialami oleh penderita goiter(pembesaran kelenjar tiroid) jangka panjang, terutama lanjut usia.

* Tiroiditis, yakni peradangan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan produksi hormon berlebihan. Peradangan ini dapat berakibat terjadinya hipertiroidisme yang berlangsung selama beberapa minggu.

* Adenoma (tumor kelenjar) hipofisis yang berupa tumor pada kelenjar hipofisis yang menyebabkan produksi TSH berlebihan sehingga stimulasi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid menjadi berlebihan pula.(Koran SI/Koran SI/nsa)

Selanjutnya...... >

10.31.2009

Gemuk vs Kurus



KEGEMUKAN selalu menjadi momok yang menakutkan bagi kaum hawa. Masalah ini sering kali dipicu oleh pengaturan pola makan dan nutrisi yang tidak seimbang.

Kebalikan dari gemuk, kurus seolah telah menjadi syarat bahwa wanita dapat terlihat menarik apabila memiliki tubuh bak Paris Hilton ataupun Posh Spice. Padahal, sebuah penelitian di Inggris yang melibatkan wanita berusia 18 sampai 26 tahun menganggap bahwa wanita bertubuh kurus kering tidak terlihat menarik sama sekali. Di mata mereka, wanita dengan bobot normal ataupun ideal tampak lebih menarik.

Terlalu kurus, ataupun terlalu gemuk juga dianggap kurang menarik. Pasalnya, wanita bertubuh gemuk sudah menyandang "cap" memiliki riwayat kesehatan yang buruk. Persepsi ini didapatkan bukan sekadar tanpa bukti.

"Para siswa yang bertubuh obesitas (kegemukan) lebih sering terserang batuk dan pilek. Mereka lebih sering mengonsumsi antibiotik dan memiliki tekanan darah tinggi dibandingkan dengan siswa dengan bobot tubuh normal," jelas kepala penelitian Vinet Coetzee, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (29/10/09)

Konon, obesitas dihubungkan dengan beragam penyakit, seperti diabetes, serangan jantung, radang sendi, beberapa jenis kanker, dan masalah kesuburan.

Lain lagi dengan masalah yang ditemukan ketika tubuh terlampau kurus. Wanita bertubuh kurus kering memiliki risiko kecil dengan masalah daya tahan tubuh, vitalitas, kesehatan mental, dan masalah kesuburan.(tty)(okezone)

Selanjutnya...... >

Totok Aura Getar Saraf Hilangkan Lelah




TAK hanya membuat Anda terbebas dari kelelahan, totok getar saraf juga bisa mengobati berbagai macam penyakit. Mulai dari stroke ringan, batu ginjal, diabetes, hingga penyakit kejiwaan.

Lelah dan capek tak semata-mata diakbatkan oleh kerja fisik yang terlalu berat. Pikiran yang diporsis juga bisa menjadi pemicu kelelahan. Jadi rasa lelah sangat berhubungan dengan sistem saraf. Totok getar saraf mungkin bisa dicoba. Totok yang memusatkan pada saraf-saraf ini selain akan menghilangkan kelelahan juga membantu mengatasi berbagai penyakit.

Saraf merupakan serat-serat yang menghubungkan organ-organ tubuh dengan sistem saraf pusat (yakni otak dan sumsum tulang belakang) dan antar bagian sistem saraf dengan lainnya. Saraf membawa impuls dari dan ke otak atau pusat saraf.

"Saat sistem saraf bermasalah, salah satu penanganan yang harus dilakukan adalah dengan melakukan totok getar syaraf," tutur pemilik Dian Kenanga Totok Aura, Salma Dian Priharjati. Dikatakan oleh Dian bahwa totok aura getar syaraf (TAGS) adalah suatu terapi pengembangan dari terapi pengobatan yang berkembang di pesantren-pesantren Jawa Barat. Totok getar saraf ini pada prinsipnya memliki kemiripan dengan refleksiologi, yakni memiliki wilayah sasaran lebih banyak pada simpul-simpul saraf di daerah kaki, yang kemudian dilanjutkan dengan menjelajah daerah punggung, tengkuk, kepala, dan tangan.

Namun, memang tak sembarang orang bisa melakukan terapi totok aura getar saraf ini. Terapi ini hanya bisa dilakukan oleh terapis yang sudah berpengalaman dan diberikan pelatihan, karena agak sulit mempelajarinya dan dengan tingkat pengusaan tenaga Bio-Energi Prana yang cukup tinggi. "Makanya saya memformulasi intisari wilayah sasar serta metode gerakan pijat tekan dengan Bio-energi Prana. Penggambungan ini diajarkan Lembaga Seni Pernafasan Mahatma. Lantas pijat ini diperkenalkan di Dian Kenanga Totok Aura pada 2007," jelas Dian.

Memang totok aura kini masih menjadi tren. Seluruh terapi totok aura yang ditawarkan rata-rata memilki kesamaan, yakni sama-sama menggabungkan teknik pemijatan dan penekanan dengan teknik pengolahan tenaga Bio-energi Prana. Sementara terapi totok getar yang hanya bisa didapatkan di Dian Kenanga memeiliki keunikan tersendiri. Terapi totok getar aura saraf memiliki kemampuan mendeteksi getaran pada simpul-simpul saraf yang bermasalah.

Inilah yang membuat totok getar saraf ini memiliki manfaat pengobatan. Secara empiris totok getar aura saraf mampu mengatasi berbagai penyakit, seperti mild stroke, batu ginjal, diabetes, dan sebagainya. Terapi ini juga bisa mengatasi masalah kesulitan memperoleh keturunan. Bahkan sampai penyakit kejiwaan pun dapat diobati.

"Totok getar aura syaraf mengutamakan pijatan pada simpul-simpul saraf langsung yang ada di bagian kaki dan tangan, bukan simpul saraf sistemis," ujar Praktisi totok aura yang mengambil pendidikan di Natural Healing Center (NHC).

Proses mengobati penyakit ini dirasakan oleh Hendri (41). Bapak dua anak yang tinggal di kawasan Cijantung Jakarta Timur ini mengaku alami gangguan baru ginjal, yang mengakibatkan dirinya mengalami rasa perih dan sakit saat buang air kecil. Setelah tiga kali terapi totok aura getar syaraf, kencing saya menjadi lebih lancar walaupun batu ginjalnya belum keluar 100 persen.

"Saat diterapi saya merasakan panas, kesemutan, dan ada getaran di sekitar pinggang. Alhamdullilah setelah berobat di sini, kencing jadi lancar meski saya belum melihat butiran-butiran batu ginjal yang belum keluar," ceritanya.

Masih dikatakan Dian, Sasaran wilayah tubuh totok getar aura saraf hampir meliputi seluruh tubuh. Inilah yang membuat totok ini juga bermanfaat mengurai ketegangan serabut syaraf, tengkuk, dan otot punggung. Selain itu totok jenis ini juga bisa menghilangkan kelelahan otot yang sering digunakan beraktifitas sehari-hari, sehingga terapi ini memang mampu menghadirkan sensasi relaks dengan total.

"Jadi, selain untuk mengobati penyakit yang telah disebutkan tadi, totok ini juga berguna untuk relaksasi," ungkap Dian yang membuka klinik nya di kawasan Pejaten dan Kemang ini. Totok getar aura saraf ini butuh waktu kurang lebih 90 menit. Agar hasilnya maksimal, sebaiknya dilakukan setiap dua minggu sekali. Tapi bagi Anda yang menderita penyakit yang cukup serius, terapi ini harus dilakukan seminggu satu kali.

Prinsip terapi ini sama seperti melakukan pemijatan. Hanya saja pijatan diawali dari bagian kaki, karena kaki terutama telapak kaki memilki titik simpul saraf langsung bukan sistemis. Oleh karena itu sangat efektif mengawali pijatan dari bagian yang terhubung dengan pusat komando sistem syaraf. "Jadi manfaatnya akan berbeda jika diawali bukan dari kaki," ucapnya.

Tahapan totok aura getar syaraf di awali dengan perendaman kaki dengan dalam air hangat yang dicampur dengan minyak aroma. Kemudian terapis mulai menekan titik syaraf otak kecil, yang merupakan komando dari seluruh sistem saraf. Selanjutnya ke titik ginjal, jantung, pencernaan, dan terus menelusuri titik syaraf yang memberi getaran tertentu. Dan itu diawali dari kaki sebelah kiri.

Setelah kedua belah kaki selesai, kemudian pijatan dilanjutkan pada daerah tengkuk, punggung, dan pinggang. Kemudia kedua belah tangan dan diakhiri di bagian tengkuk yang kesemuanya itu memakan waktu kurang lebih 90 menit.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Selanjutnya...... >

Yuk, Konsumsi Sayur dan Buah!




Brokoli, sayuran yang menyerupai bentuk pohon ini sangat nikmat disantap bersama dengan keju. Tak hanya nikmat, namun brokoli juga dapat melindungi jantung dari sel-sel yang merusak jantung. Benarkah?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Connecticut, terungkap bahwa zat sulforaphane di dalam brokoli efektif untuk mencengah kerusakan pada jantung.

Brokoli juga dapat merangsang tubuh memproduksi protein yang disebut thioredoxin. Di mana zat ini dapat melindungi jantung dari sel-sel perusak.

Profesor Dipak Das dari Universitas Connecticut menjelaskan lebih lanjut, bahwa sebaiknya proses memasak brokoli lebih bagus bila direbus. Pasalnya, zat-zat di dalam brokoli lebih bertahan lama dibandingkan dengan memasaknya dengan cara lain. Apabila brokoli dimasak dengan suhu panas berlebih, maka akan mengurangi kandungan zat-zat baik di dalamnya.

Banyaknya hal positif dengan mengonsumsi brokoli membuat para peneliti mulai tertarik melakukan riset terhadap beberapa jenis sayuran sejenis, seperti kol dan tauge. Sebab, dua jenis sayuran itu juga melindungi jantung dari beragam gangguan kesehatan.

Hal ini semakin menguatkan penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa memakan lima jenis buah-buahan dan sayuran berbeda dalam sehari bisa mengurangi risiko serangan jantung koroner.

"Brokoli bisa direkomendasikan sebagai salah satu sayuran yang dikonsumsi setiap hari," jelas June Davidson dari Yayasan Jantung Inggris seperti yang dilansir dari Google.

Konsumsi sayuran serta buah tak hanya mengurangi risiko Anda terkena serangan jantung. Namun, kandungan antioksidan di dalam keduanya dapat menawan radikal bebas yang menjadi pemicu terbentuknya sel kanker.

Bagaimana, masih malas menyantap sayur dan buah?
(uky)
(okezone.com)

Selanjutnya...... >

Posisi Kamu

ip-location

share

Bookmark and Share

Translate

Cari- Cari di sini